Selasa, 01 Desember 2020

Apa Kabar Rindu? (Sebuah Review)

Ada yang belum pernah merasakan rindu? Sepertinya tidak ada ya. Siapapun pasti pernah merindu. Rindu seorang anak pada kedua orangtuanya, rindu seorang murid pada gurunya, rindu pada sang kekasih, dan rindu-rindu lainnya. Tentu hal ini merupakan hal yang wajar dan lumrah bagi manusia yang Tuhan ciptakan hati pada tiap-tiap raga.

Berbicara perihal rindu, ada satu rindu yang bisa membuat jiwa manusia menggebu-gebu. Rindu jenis ini biasanya dialami anak-anak muda yang belum pernah bersilaturahmi ke Kantor Urusan Agama. Ialah rindu pada yang tercinta, pada ia yang selalu didamba.

Barangkali kamu adalah orang yang sedang merasakan hal tersebut, buku karya Sen @SenyumSyukur sangat direkomendasikan untuk kamu baca. Buku terbitan PSPD Press ini berjudul “Apa Kabar Rindu?”. Buat kamu yang ingin lebih bijak dalam mengelola rasa rindu, tentu penasaran banget kan seperti apa isi bukunya? Yuk intip ulasannya berikut ini.

1.      Tak Ada Janji

Pada bab awal, buku ini perlahan membahas tentang cinta dan perasaan. Sebagaimana kita ketahui, bahwa rasa cinta merupakan anugerah dari Tuhan. Rasa yang begitu indah melebihi keindahan cakrawala. Sayangnya, rasa cinta juga bisa menjadi penyebab awal terlukisnya luka. Sebenarnya bukan salahnya cinta jikalau ada hati yang terluka. Tetapi, dalam buku ini, pencinta lah yang salah memilih cara yang digunakan dalam merayakan cinta. Seharusnya cara yang dipilih adalah cara halal dan legal. Halal menurut hukum agama, dan legal menurut hukum negara.

Cinta tak akan tumbuh jika sejak awal tak membiarkan perasaan yang muncul. Semakin dibiarkan, maka perasaan akan semakin berkecamuk. Apalagi jika ditambah dengan ribuan pengharapan. Karenanya, bagi kamu yang lebih memilih cinta dalam diam, sebaiknya simpan perasaan itu baik-baik, tanpa memberi kode apapun kepada yang dicinta. Akan tetapi, kamu yang memutuskan untuk mencintai dalam diam, harus lebih banyak belajar tentang seni mengikhlaskan. Kenapa? Karena TIDAK ADA JANJI atau komitmen apapun. Kamu bisa saja ditinggal pergi oleh dia atau bahkan kamu yang lebih dulu menemukan seseorang yang lebih baik.

Selain itu, pada bab ini juga dibahas mengenai cinta yang digantung, masa lalu seorang wanita, korban PHP, penantian, lelaki yang dingin, melewatkan orang baik, dan lain-lain seputar cinta.

2.      Maju Mundur Minder Keder

Beberapa orang terlalu takut untuk membuat keputusan dalam memperjuangkan cintanya. Ada yang takut untuk ditolak, takut jika dia tak memiliki rasa yang sama, dan khawatir dia malah sedang menunggu hati yang lain. Padahal, cinta tak harus selamanya diam. Lebih baik maju saja jika sudah yakin terhadap dia dan kamu sudah siap lahir batin. Daripada nantinya kamu menyesal tak pernah mengungkapkan apa-apa.

3.      Apa Kabar Rindu

“Jika saat ini tak ada sapa, bukan berarti di hati tak ada rasa. Sebab, sebelum halal, lebih baik cinta saling menjaga”. Begitulah bunyi salah satu quote favorit yang ada dalam buku ini. Menyiratkan bahwa seorang insan yang mencintai dalam diam, hanya berkomunikasi secukupnya saja. Tidak ada komunikasi yang istimewa. Hal ini demi menjaga kesucian cinta. Risikonya adalah harus lebih kuat menahan rindu. Huhuhu~

4.      Menghapus Rasa

Pada bab ini, Sen @SenyumSyukur selaku penulis, menyarankan kepada para pecinta untuk menghapus rasa jika belum mampu dan belum siap melangkah jauh ke pelaminan. Agar hati terasa bebas tidak terikat ketidakpastian.

5.      Rindu Tak Berujung

Rasulullah pernah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim, bahwasanya tidak ada satupun yang dianugerahkan kepada mereka yang lebih dicintai daripada anugerah (dapat) memandang Rabb mereka.

Sudah seharusnya setiap umat rasulullah memiliki kerinduan untuk menatap Allah di akhirat kelak. Kerinduan yang amat dalam dan tak berujung. Rindu yang mengarahkan kepada jalan kebenaran. Oleh karena itu, berbahagialah orang yang teramat merindukan perjumpaan dengan Tuhannya.



Sebenarnya, pembahasan dalam buku ini sangat luas. Masih banyak yang bisa diulas. Tetapi hanya ini yang aku ulas. Kelebihan buku ini adalah banyak sekali motivasi yang diberikan, banyak reminder juga. Kekurangannya, pada beberapa bagian dalam buku ini gaya bahasanya terlalu sederhana.

Nah, semoga kamu berminat membaca buku ini ya. Semoga bermanfaat. Semangat!!!


--------------------------------------------------------

Judul buku                   : Apa Kabar Rindu

Penulis                         : Sen @SenyumSyukur

Penerbit                      : PSPD Press

Tahun terbit                : 2019

ISBN                          : 9786026069238

Jumlah halaman         : 157 halaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar