Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh...
Hallo teman-teman semua, gimana kabarnya nih?
Semoga sehat selalu ya. Walaupun kita ngga tau sih pandemi ini kapan akan berakhir. Setidaknya kita harus jaga kesehatan ya, jaga diri masing-masing. Kita pasti bisa kok lewatin ini semua. Karena kita adalah pejuang. Burn!!!!!!!!!!
By the way, pada kesempatan kali ini, aku akan bahas seputar ilmu perpustakaan. Maklum lah yaa, kan emang kuliah di jurusan ini hihihi. Doain aku semoga bisa segera lulus ya, aku juga pasti doain yang terbaik buat semua pembaca tulisanku ini.
Okey baiklah, tema yang aku angkat di tulisan ini aku ambil dari buku yang menurutku menarik yang aku temuin kemarin di perpustakaan. Buku ini judulnya “Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan” karya Pawit M. Yusup (Dosen Unpad). Tapi aku bakalan lebih ngebahas tentang relasi antara ilmu informasi, komunikasi, dan perpustakaan.
Mengenai informasi, informasi itu kan udah jadi hal yang penting banget ya
di dalam hidup kita, udah jadi kebutuhan juga. Siapa sih yang ngga butuh
informasi. Kita buka sosmed aja kan hakikatnya kita nyari informasi (misalnya
informasi yang ngehibur, informasi lowongan kerja, informasi/kabar temen kita, dll).
Menurut Yusup (Yusup, 2016), ilmu
informasi bersifat multidisiplin, maka pendekatan teoretis serta praktik yang
dipakai untuk menjelaskan ilmu ini bisa didapat dari ilmu lain yang masih
relevan. Salah satunya adalah ilmu komunikasi.
Ilmu komunikasi berguna banget di dalam proses transfer informasi atau untuk menjembatani informasi. Terutama komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal itu sendiri artinya komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, baik secara verbal maupun nonverbal (Devito, 2007). Proses komunikasi antarkomponen yang melibatkan orang, media, bahan, alat, lingkungan, dan informasi, berjalan secara kompleks menuju arah yang amat jelas (Yusup, 2016).
Kalau di perpustakaan, komunikasi interpersonal terjadi pada kegiatan pelayanan perpustakaan. Misalnya, saat pustakawan melayani pemustaka yang sedang butuh informasi. Disitulah terjadi interaksi. Dan memang, perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi saat ini tidak lagi hanya dianggap sekadar suatu tempat, tetapi juga dianggap sebagai suatu proses kegiatan yang terbentuk dari hasil interaksi dan komunikasi yang dilakukan manusia yang tertarik dengan informasi (Yusup, 2016).
Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa relasi antara ilmu informasi, komunikasi, dan perpustakaan adalah: informasi bisa tercipta dari hasil komunikasi, ilmu informasi bisa dijelaskan dengan bantuan ilmu komunikasi, dan ilmu komunikasi sangat berguna dalam proses atau kegiatan yang terjadi di perpustakaan.
Nah, itulah sedikit pembahasan mengenai relasi antara ilmu informasi, komunikasi, dan perpustakaan. Aku harap tulisan ini bisa bermanfaat. Sebelumnya aku minta maaf karena bawain tulisan ini dengan gaya bahasaku sendiri (gak formal/baku). Maafin juga kalau banyak kesalahan yaa. Semoga kedepannya aku makin semangat buat nulis konten blog ini.
Terima kasih udah mau baca. I hope you happy everyday. See you!
Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh...
Referensi:
Devito,
J. A. (2007). The Interpersonal Communication Book (11 ed.). Pearson
Education.
Yusup, P. M. (2016). Ilmu
Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan. Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar