Temen-temen, pernah gak sih merasa kebingungan saat datang ke perpustakaan?
Beberapa dari temen-temen mungkin pernah merasakannya, terlebih apabila perpustakaan tersebut masih asing bagi temen-temen. Diantaranya bingung bagaimana cara menjadi anggota perpustakaan atau aktivasi keanggotaan, bingung apa aja sih fasilitas yang bisa digunakan oleh temen-temen selaku pemustaka, bingung cara menggunakan alat penelusur informasi (katalog), bingung ada dimanakah buku yang sedang dicari, bingung bagaimana teknis meminjam buku, berapa buku yang bisa dipinjam, berapa hari masa peminjaman, apa sanksi yang dikenakan jika telat mengembalikan, apa sanksi yang dikenakan jika menghilangkan buku perpustakaan, dan masih banyak kebingungan-kebingungan lainnya yang biasa terlintas dalam benak temen-temen pemustaka.
Setiap perpustakaan pada dasarnya selalu berorientasi pada kepuasan pemustaka. Perpustakaan ingin pemustaka merasa puas dengan layanan-layanan yang diberikan. Perpustakaan ingin pemustaka merasa nyaman dan menikmati fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya. Perpustakaan sebisa mungkin meminimalisir kesalahan-kesalahan yang kemungkinan terjadi, meminimalisir kekecewaan yang bisa saja pemustaka rasakan. Perpustakaan berusaha keras memberikan layanan prima, berikhtiar mewujudkan visi dan misi yang sedari awal sudah dituliskan.
Begitupun dengan Pusat Perpustakaan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Demi mewujudkan layanan prima, Pusat Perpustakaan (dulu dikenal dengan istilah Perpustakaan Utama) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan orientasi pemustaka atau user education pada tanggal 24 Oktober 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan lantai 7 Pusat Perpustakaan UIN Jakarta dan dihadiri oleh kurang lebih 150 mahasiswa dari berbagai jurusan di UIN Jakarta. Pada kesempatan ini, dipaparkan materi mengenai apa dan bagaimana layanan yang terdapat di perpustakaan, fasilitas-fasilitas yang disediakan, aturan dan tata tertib perpustakaan. Setelah materi, mahasiswa selaku peserta orientasi diberi kesempatan untuk bertanya saat sesi tanya jawab berlangsung. Karena ruangan yang terbatas, kegiatan pun dibagi ke dalam dua sesi yaitu sesi pertama (pagi) dan sesi kedua (siang). Sesi pertama diisi oleh Ulpah Andayani, M. Hum dan Maryulisman, S.IP dengan moderator Septian Nur Hakim, S.IP. Sedangkan pada sesi kedua diisi oleh Luthfi Irhason, S.IP dengan moderator Hayatunnisa, S.IP.
Kegiatan semacam ini memang sudah sepatutnya dilaksanakan di setiap perpustakaan sebagai bagian dari program literasi informasi. Baik itu perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, perpustakaan nasional, dan perpustakaan daerah. Harapannya, dengan diselenggarakan orientasi pemustaka, pemustaka tak lagi merasa kebingungan atas segala hal yang berkaitan dengan perpustakaan yang dikunjunginya.
Sumber:
Salam Pemuda kontributif!
Mantaap...
BalasHapus👍🏻👍🏻👍🏻makasih informasinya..
BalasHapusmakasi infonya
BalasHapusSmoga user educationnya dilakukan sesering mngkin supaya yg blm berkesempatan dtng, bisa tetep dpt ilmunya d kesempatan berikutnya.
BalasHapusTerimakasih min, atas infonya