Siapa yang tak kenal Nurcholis Madjid? Sosok cendekiawan muslim yang sangat masyhur di negeri ini. Nurcholis Madjid atau lebih dikenal dengan sapaan Cak Nur adalah tokoh pembaharu pemikiran Islam yang selalu mengorelasikan keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan. Beliau lahir di Jombang pada tahun 1939 dan wafat pada tahun 2005 di RS Pondok Indah Jakarta Selatan setelah mengalami sakit pengerasan hati.
Setelah Cak Nur wafat, keluarganya kemudian mewakafkan seluruh buku-buku koleksi Cak Nur kepada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tempat beliau mengenyam pendidikan S1 dahulu. Omi komariah selaku istri Cak Nur berharap semoga buku-buku tersebut bisa banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa, peniliti ataupun dosen.
Perpustakaan Cak Nur (PCN) terletak di lantai dasar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta jalan Tarumanegara, Pisangan, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Setiap hari saya pasti melewati perpustakaan tersebut. Bagaimana tidak, perpustakaan ini satu lantai dengan ruang kuliah mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan UIN Jakarta. Terkadang ketika ngampus, saya dan teman-teman duduk-duduk di depan PCN sembari menunggu pergantian jam kuliah atau sekadar nongkrong saja.
Jika saya perhatikan, tak banyak orang yang mengunjungi PCN. Bahkan, mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora yang notabene-nya seatap dengan PCN pun terlihat jarang datang kesana. Menurut saya, hal ini disebabkan ketidaktahuan mahasiswa atau khalayak umum terhadap informasi-informasi tentang perpustakaan ini. Karenanya, pada hari senin (03/12) secara sengaja saya melakukan observasi di Perpustakaan Cak Nur untuk mendapatkan beberapa informai yang dibutuhkan.
Menurut penuturan Bu Tari (pustakawan PCN), PCN terbuka untuk masyarakat umum. Baik itu mahasiswa, siswa, peneliti, dosen, pekerja, Ibu Rumah Tangga, siapapun boleh dan bisa mengakses PCN untuk menikmati buku-buku koleksi Cak Nur. Kebijakan ini membuktikan bahwa benar perpustakaan adalah ruang publik yang paling demokratis.
PCN dibuka setiap hari senin-jumat pukul 08.00-15.30 WIB dan istirahat pukul 12.00-13.00 WIB. Koleksi buku yang terdapat disana juga beraneka ragam. Tapi kebanyakan buku-buku koleksi Cak Nur ini adalah buku kelas Islam sesuai bidang Cak Nur. Saat diresmikan pada November 2017 lalu, PCN memiliki koleksi buku kurang lebih sebanyak 6.000 judul. Namun sayangnya, buku di PCN tidak boleh dipinjam dibawa keluar PCN. Pemustaka (pengunjung) hanya boleh baca di tempat, di dalam ruang PCN.
Untuk memudahkan pencarian buku, PCN menyediakan katalog online atau OPAC (Online Public Access Catalogue) yang bisa diakses oleh pemustaka. Dari katalog ini bisa diketahui keberadaan buku yang dicari letaknya ada di rak sebelah mana sesuai nomor bukunya.
Bagi Anda yang tertarik dengan bidang keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan; atau sekadar ingin menambah wawasan, PCN sangat direkomendasikan untuk Anda.
Yuk gemarkan membaca :’)
Salam pemuda kontributif!!!



Wah kerennn!!!
BalasHapusTau laah ☺
BalasHapusMantap!
BalasHapusbagus informasinya
BalasHapus