Senin, 19 November 2018

4 Langkah Mudah Hindari Plagiarisme

4_Langkah_Mudah_Hindari_Plagiarisme

Hey temen-temen!
Pernahkah kamu mencontek?
Pernah menjiplak karya orang lain?
Pernah mencuri hak cipta orang lain?
Pernah mengklaim bahwa itu karya kamu?
Hmmmmmm... Semoga saja tidak pernah.
Karena seandainya kamu pernah melakukan hal itu, berarti kamu sudah melakukan sebuah tindakan tercela yang dinamakan “Plagiarisme”.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta. Sedangkan Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.”Berdasarkan dua pengertian tersebut, dapat diartikan bahwa plagiarisme adalah kegiatan menjiplak atau mengutip karya orang lain tanpa mencantumkan sumber asalnya.

Tindakan plagiarisme kini sudah menjamur di dunia akademik di Indonesia. Acap kali mahasiswa atau kaum akademisi lainnya berulang-ulang melakukan tindakan ini. Bahkan, beberapa tahun silam, sejumlah rektor dari berbagai universitas pun pernah tersandung kasus plagiarisme. Hal ini sungguh memalukan dan menambah semrawut wajah pendidikan Indonesia. Selain itu, melakukan plagiarisme sama saja melanggar etika menuntut ilmu dan dapat mengurangi keberkahan di dalamnya. Bagaimana Allah akan mengangkat derajat seorang penuntut ilmu jika ia sendiri melakukan plagiarisme dalam proses menuntut ilmunya? Bukankah Allah melihat prosesnya bukan hasilnya?

Mengenai hal ini, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar lokakarya sebagai tindakan preventif Anti Plagiarisme di lingkungan sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lokakarya ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Oktober 2017 bertempat di Lt. 6 Wisma Syahida Inn dengan tema: “Menulusur Kebijakan dan Upaya Pencegahan Plagiarisme di Perguruan Tinggi. 

Pada sesi kedua lokakarya ini, Dr. Henry Soelistiyo, SH.LL.M selaku narasumber, memaparkan beberapa tips yang bisa diimplementasikan oleh kita agar kita bisa terhindar dari tindakan plagiarisme. Ada 4 tips yang beliau paparkan, yaitu sebagai berikut.

1. Cantumkan Sumber Kutipan
Dalam mengutip sebuah tulisan, kita harus selalu mencantumkan footnote atau bodynote sebagai sumber kutipan karya tulis kita. Kemudian, jangan lupa juga untuk mencantumkannya di daftar pustaka.
2. Buatlah Catatan Lengkap Sumber Sebuah Tulisan
Saat menulis dan kita menggunakan sumber dari karya tulis orang lain, jangan lupa untuk mencatat sumber-sumber yang kita gunakan tersebut agar kita tidak lupa disaat sudah selesai membuat tulisan.
3. Lakukan Parafrase dan Interpretasi
Parafrase dan interpretasi sangat penting agar tulisan milik kita tidak terkesan sama dan terlihat lebih segar dengan beberapa pandangan versi kita.
4. Hindari Daur Ulang Ide dan Gagasan Tanpa Perubahan yang Berarti
Konsep plagiarisme adalah similarity (kesamaan), maka ide yang kita tuangkan tidak boleh sama dan atau beda tapi tidak mendasar.

Praktik plagiarisme harus kita redam pertumbuhannya. Jangan sampai mengakar di ranah pendidikan tanah air Indonesia tercinta. Kesadaran akan dampak bahaya dari plagiarisme harus ditingkatkan dan pengawasannya harus lebih diperketat.
Semoga lambat laun aksi plagiarisme bisa terkikis hingga punah.

Salam Pemuda Kontributif.

Sumber:
------------------. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Tersedia di: http://bahasa.kemdikbud.go.id/entri/plagiarisme. Diakses pada 20 November 2018.

------------------. 2017. Dr. Henrry: Agar Tidak Terjebak Plagiarisme, Hindari Daur Ulang Ide dan Gagasan Tanpa Perubahan yang Signifikan. Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Diakses pada 20 November 2018.


2 komentar:

  1. Kdang suka sebel sama orng yg copy paste seenak jidatt tanpa menulis sumber yg d dpt pdhal dia gatau betapa sulitnya menulis dan menyusun rangkaian kata agar bermakna dna mudab d pahami.
    Terimakasih min atas infonya

    BalasHapus